George Soros: Brexit Bisa Memicu Black Friday dan Resesi

George Soros: Brexit Bisa Memicu Black Friday dan Resesi

JAKARTA – Investor Ternama di Dunia George Soros memandang, keputusan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa (Brexit) akan memicu aksi jual (sell-off) pada mata uang poundsterling. Selain itu juga akan menarik jatuh tingkat pendapatan rumah tangga serta resesi ekonomi.

Melansir dari CNBC, Selasa (21/6/2016), Soros mengumumkan peringatan mendesak terkait konsekuensi potensial dari keputusan yang akan diambil tersebut.

“Terlalu banyak yang percaya bahwa suara untuk Inggris meninggalkan Uni Eropa tidak akan berpengaruh terhadap posisi keuangan pribadi mereka. Ini adalah angan-angan,” kata Soros.

Dia juga mengatakan, jika hal itu jadi terealisasi maka potensi hilangnya pendapatan rata-rata per rumah tangga akan menjadi 3.000-5.000 poundsterling per tahun dari sebelumnya 4.400-7.335 poundsterling per tahun. Hal tersebut lantaran imbas dari anjloknya mata uang Inggris.

Soros mengaku sangat memahami fluktuasi mata uang Inggris, karena dia telah menaruh sebagian dari kekayaannya dalam mata uang pound sterling sejak 1992. Sekarang dia pun memprediksi bahwa Brexit akan menyebabkan penurunan 15 sampai 20 persen dalam mata uang.

“Saya ingin orang tahu apa konsekuensi dari meninggalkan Uni Eropa, sebelum mereka memberikan suara mereka, bukan setelah pemungutan suara. Sehingga bisa menimbulkan akhir pekan Black Friday, dan konsekuensi serius bagi orang-orang,” tegasnya.

 

sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *