KINERJA HMSP: Laba Raksasa Rokok HM. Sampoerna Melesat 22,7%

KINERJA HMSP: Laba Raksasa Rokok HM. Sampoerna Melesat 22,7%

JAKARTA – Raksasa perusahaan rokok PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. membukukan kinerja gemilang dengan capaian lonjakan laba bersih sebesar 22,7% pada paruh pertama tahun ini menjadi Rp6,14 triliun dari Rp5,01 triliun.

Laba bersih HM. Sampoerna yang dapat diatribusikan kepada entitas induk khusus pada kuartal II/2016 mencapai Rp3,02 triliun atau tumbuh 43,3% secara tahunan. Pertumbuhan itu menjadi capaian tertinggi dalam 10 tahun terakhir sejak 2007.

Paul Janelle, Direktur Utama HM. Sampoerna, menuturkan pihaknya berhasil menjaga momentum bisnis dan menghasilkan pertumbuhan positif selama semester I/2016.

“Ini merupakan hasil nyata dari kepercayaan para perokok dewasa, merek-merek yang kuat, karyawan yang berdedikasi dan mitra bisnis yang berkomitmen,” ujarnya dalam keterangan pers, Rabu (27/7/2016).

Penjualan yang dikantongi emiten bersandi saham HMSP mencapai Rp47,33 triliun, lebih tinggi 8,21% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp43,74 triliun. Penjualan yang tidak termasuk cukai mencapai Rp21,5 triliun, meningkat 7,4% dari tahun sebelumnya.

Meski beban pokok penjualan meningkat 6,8% menjadi Rp35,77 triliun year-on-year, laba kotor yang dikantongi perseroan masih melonjak 12,68% menjadi Rp11,56 triliun. Manajemen HMSP mengklaim masih memimpin pasar dengan market share 34,1% pada semester I/2016.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya menilai prospek emiten rokok seperti HMSP masih akan positif pada paruh kedua tahun ini. Industri rokok masih memiliki peminat sebagai consumer goods dengan faktor ketergantungan yang tinggi.

“Semester kedua seharusnya akan tetap ada peminat. Industri rokok memberdayakan banyak tenaga kerja, itu juga membuat paling tidak masih dipertahankan,” tuturnya saat dihubungiBisnis.com.

Dia menambahkan, HMSP belum lama ini telah meluncurkan produk baru yang diperkirakan sukses di pasaran. Tantangan emiten rokok ini diakui memang cukup berat.

Selain ruang promosi yang terbatas, perokok juga semakin terimpit oleh sejumlah regulasi pembatasan area merokok. Iklan rokok tidak diperbolehkan di dalam kegiatan olahraga internasional yang semakin menambah berat beban emiten ini.

Kenaikan cukai rokok dinilai tidak berdampak besar terhadap pundi-pundi keuntungan emiten. Penambahan cukai itu bakal dibebankan kepada konsumen yang bakal siap menerima kenaikan harga jual.

Perdagangan Rabu (27/7/2016), saham HMSP terkoreksi 1,23% sebesar 50 poin ke level Rp4.010 per lembar. Kapitalisasi pasar HMSP mencapai Rp466,43 triliun dengan return sejak awal tahun sebesar 6,65%.

 

sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *